FAKTA ANAK SEKARANG:

 

MASALAH:

 

  1. Anak-anak yang lahir setelah tahun 2000, bisa disebut anak-anak generasi milenium, yang lahir di tengah-tengah kemajuan teknologi, terutama alat komunikasi yang sangat canggih, yakni internet. Satu sisi ini berkah karena mereka sangat mudah mengakses perkembangan dunia lewat jalur maya, sehingga mereka bisa lebih cepat maju. Sisi negatifnya, mereka berada  di tepi jurang kehancuran. Jika salah menggunakan kemajuan teknologi maka akan tergelincir pada kehancuran. Misalnya, pornografi yang bisa merusak mental dan fisik. Harap diketahui, kecanduan pornografi lebih berbahaya daripada kecanduan narkoba karena tidak bisa diobati. Dengan akses tanpa batas di dunia maya, dapat dikatakan anak-anak sekarang dalam kondisi “SOS” atau “sangat berbahaya”, sehingga harus segera mendapat pertolongan.  

 

  1. Anak-anak  sekarang tidak tertarik membaca buku karena asyik bermain game atau malah ketagihan game. Ini sangat memprihatinkan karena kecanduan game juga sangat berbahaya. Mereka malas belajar sehingga prestasinya sangat menurun atau malahan tidak mau bersekolah. Jika ini yang terjadi maka masa depannya akan suram.

 

  1. Sebagai orangtua yang peduli anak—juga sebagai kakek atau  nenek yang peduli cucu—tentu tidak ingin semua itu terjadi pada anak maupun cucu. Jangan sampai anak atau cucu kita jatuh dalam kehancuran moral ataupun bermasa depan suram.

 

SOLUSI:

 

  1. Pertama, suntikkan nilai-nilai Agama dan Moral pada jiwa anak atau cucu. Kedua, motivasi anak atau cucu agar gemar membaca buku maupun ebook yang  berkualitas dan sarat ilmu pengetahuan. Ketiga, jangan sampai nasihat Anda terkesan menggurui, tapi giring mereka pelan-pelan sehingga terkesan alamiah.   

 

  1. Setiawan G Sasongko, yang selama ini banyak berkecimpung di dunia anak-anak, terutama sebagai penulis cerita anak dalam bentuk buku (ebook) yang diterbitkan di dalam negeri maupun luar negeri, dalam bahasa Indonesia maupun Inggris, memberi alternatif jitu: Menjadikan anak atau cucu Anda sebagai “TOKOH CERITA” dalam buku/ebook karyanya.

 

  1. Karena anak atau cucu Anda bangga menjadi “TOKOH UTAMA CERITA” maka ia akan membaca habis buku (ebook) tersebut, bahkan dibaca berulang-ulang tanpa merasa bosan. Mereka juga akan memamerkan buku (ebook) tersebut kepada teman-temannya. Apalagi buku (ebook)  juga disertai ILUSTRASI yang sangat menarik karena sang penulis sekaligus kartunis, ilustrator, dan komikus kelas kakap, yang menjadi salah satu juara nasional membuat cerita bergambar yang diselenggarakan Kemendikbud tahun 2016.

 

  1. Nah, nilai-nilai agama dan moral yang ada pada buku (ebook) tersebut otomatis tersimpan dalam memori anak atau cucu Anda, bahkan tersimpan di alam bawah sadar atau hati kecil (nurani). Sehingga, jika anak atau cucu Anda akan bertindak atau berperilaku di luar koridor agama dan moral, nilai-nilai yang sudah masuk di dalam kalbunya akan memperingatkan. Demikian juga muatan ilmu pengetahuannya, akan mengendap di dalam benaknya sehingga anak atau cucu Anda menjadi lebih pintar dan cerdas dengan daya ingat yang kuat, sehingga akan lebih berprestasi.  

     

    Setiawan G Sasongko

    Penulis, kartunis, komikus, dan ilustrator, yang alumnus Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.  Menulis buku dengan banyak tema: cerita anak, cerita petualangan untuk anak, cerita detektif anak, cerita remaja, cerpen, cerita misteri, novel anak, biografi, dan sebagainya. Karyanya pernah menghiasi Kompas, Intisari, Republika, KR, Minggu Pagi, Djoko Lodhang, Joyoboyo, dan lainnya. Hampir 80% karya buku anak-anak diterbitkan PT Zikrul Hakim, Jakarta. Bukunya tidak hanya diterbitkan di Indonesia, tapi juga di manca negara. Semua buku anak yang ditulisnya fiksi ilmiah. Motonya: "Penulis adalah guru. Selain mendapat cerita, pembaca juga mendapat ilmu pengetahuan." Ebook dengan judul: "Piyek-Piyek, Anak Ayam Yang Imut" menjadi salah satu pemenang Lomba Cipta Karya yang diselenggarakan Anggun PAUD Kemdikbud 2016. Menulis dan menggambar kartun secara otodidak. Pernah jadi kartunis berita di tabloid Megapos dan dosen kartun di Akademi Desain dan Seni Rupa ISWI, Jakarta. klik: LIHAT PROFIL SETIAWAN G SASONGKO LEBIH LENGKAP

     

     

     
    studio
    OMAH KOMIK
     
     
    alamat
    Perum Klaten Kencana, Blok H, No 1
    Gemblegan, Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah
     
    Kontak:
    WA: 085713156450
    WA: 081313447480 
     
    email:
    setiawan_g_sasongko@yahoo.com

    web: 

     
    Jika  Anda keluarga Muslim, saya rekomendasikan anak Anda menjadi tokoh dalam novel yang berjudul "Swan Rider"
     
    SWAN RIDER ADALAH NOVEL ISLAMI
     Petualangan ZALO Si Penunggang Angsa mencari kitab yang berisi Puisi Sejarah 25  Nabi, mulai dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad. ZALO berkeliling dunia dan terlibat petualangan seru dengan berbagai suku di dunia. Masukkan nilai-nilai Islami pada Anak Anda dengan kisah ini. Data: 80 Halaman A4 + ilustrasi. Pengetahuan: Sejarah 25 Nabi dan Memperkenalkan Suku-Suku di Dunia (antropologi untuk anak-anak). Pernah diterbitkan Zikrul Hakim, Jakarta, dan best seller.  Tokoh ZALO diganti dengan Nama Anak/Cucu Anda.
     
  2.  
      
    "Contoh pesanan atas nama RIZQI"
    foto ALIFO diganti foto RIZQI
    nama ALIFO diganti nama RIZQI

     

     DAFTAR ISI

     1.    Petualangan Dimulai -------------4

    2.    Keko, Penyihir Aborigin ----------------8

    3.    Tiqu, Dukun Terjorok di Dunia ------------15

    4.    Manusia Goa ----------------22

    5.    Keluarga Beruang ---------------31

    6.    Bakar Ular ---------------------40

    7.    Qureb Sang Pengacau ----------------49

    8.    Setan Triyit --------------59

    9.    Monster Pasir --------------66

    10.                       Fua Fua Preman Cengeng --------------73

    11.                       Bom di Negeri Nippon ------------81

    12.                       Perempuan Kusta di India -------------88

     

     

    1.  PETUALANGAN DIMULAI

    Tiba-tiba Rizqi sudah berada di sebuah pulau kecil yang sepi. Hanya ada dirinya. Setiap tahun, setiap pergantian musim, rombongan angsa melintas di atas pulau itu. Tetapi tak satu pun yang sudi hinggap walau sebentar saja. Sampai suatu hari ada seekor angsa yang besar sekali terengah-engah singgah dan meninggalkan sebutir telur besar. Lifi sangat senang. Telur itu dipandanginya dengan penuh kekaguman, sebulan kemudian telur itu menetas. Disuapinya anak angsa dengan ikan sehingga tumbuh pesat, besar, dan kuat. Aha, bahagia sekali rasanya memiliki teman.  

     Di tempat lain di sebuah rumah yang tidak jauh dari sebuah kota pantai, yang jauh dari pulau itu, seorang laki-laki tua yang bijaksana terbangun karena bermimpi disuruh pergi ke suatu tempat. “Ini mimpi yang ketiga kalinya. Aku disuruh menyeberangi laut, ke arah barat daya,” gumamnya, pelan. “Pasti akan ada yang ditunjukkan Allah kepadaku!” Dia keluar rumah dan mengambil selopnya. Bersama ombak yang menderu dia melangkahkan kaki ke pasir pantai yang putih. Malam masih kelam, dipandanginya sekeliling, tidak ada orang. Didekatinya pohon nyiur yang baru saja menjatuhkan pelepah daunnya yang kering, lalu dianyamnya cepat membentuk sebuah perahu kecil. Setelah itu dibuncahnya pelepah kelapa itu ke laut, lalu dinaikinya. Subbanallah, pelepah kelapa meluncur cepat di atas air ke arah barat daya. Paginya, kakek itu tiba di pulau terpencil, ditemukannya anak laki-laki yang sedang menunggang angsa besar. “Maha Suci Dzat Maha Kuasa! Siapakah kamu?”

    “Namaku Rizqi, tepatnya Muhammad Rizqi Putra Raharjo,” jawabnya.

    “Mengapa kamu berada di sini?”

    “Entahlah, Kek, tahu-tahu saya ada di sini.” Rizqi balik bertanya siapa kakek itu. Dia disuruh memanggilnya sebagai Kakek Bijak. Seminggu kemudian ada sebuah kapal, dengan pertanda api dipanggilnya kapal itu mendekat. Kakek Bijak, Rizqi, dan angsa berlayar meninggalkan pulau kecil itu. Rizqi dan angsa ke rumahnya.  Dibimbingnya anak itu mengenal peradaban manusia. “Rizqi, kamu adalah Penunggang Angsa dan angsa ini kunamakan Si Undan.” Rizqi mengangguk dan mencium tangan Kakek Bijak. “Kaakkkk….,” teriak sang angsa, sambil mengepakkan sayap. Wow, angsa yang cerdas!  Pada Suatu hari Kakek Bijak berkata kepada Rizqi, “Cucuku, saya sudah tua dan merasa hari-hariku sudah dekat, padahal masih ada tugas yang harus kuselesaikan. Bersediakah kamu menolongku?”

    “Insya Allah, dengan senang hati saya mengemban amanat Kakek!”

    Kakek Bijak berkata, “Kakek dahulu menyusun kitab Syair Para Nabi. Kitab itu saya kumpulkan dari setiap sudut dunia. Tapi isi kitab itu hilang dibawa angin topan saat pulang berlayar.  Tercerai berai, entah ke mana. Sudilah kiranya kamu mencari syair yang sama! Susurilah pulau-pulau dan negeri-negeri, bertanyalah kepada orang yang kamu temui. Insya Allah syair-syair itu akan kamu dapatkan.”

    “Jadi, saya harus berpisah dengan Kakek?” tanya Rizqi.

    Kakek Bijak menjawab, “Hati kita tidak terpisah, cucuku. Pergilah bersama Si Undan. Kamu bisa terbang ke mana pun!” kata Kakek Bijak. Dipanggilnya Si Undan dan dibelailah sayapnya. “Antarkan Rizqi ke mana pergi. Jadilah kalian saudara yang saling menolong! Rizqi, dengan restu Kakek maka kamu bisa bercakap bahasa manusia di manapun kamu berada!” kata Kakek Bijak.

    Rizqi bertanya, “Kapan kami diizinkan berangkat, Kek?”

    Kakek Bijak menjawab, “Besok pagi, setelah subuh!”

    “Bekal apa yang harus saya bawa, Kek?”

    Kakek tertawa. “Bukankah kamu tahu, tak ada yang bisa Kakek berikan kepadamu kecuali doa. Percayalah pada Tuhan, rezeki ada di mana saja!” jawab Kakek Bijak. Malamnya Kakek Bijak dan Rizqi shalat tahajud bersama, memohon keselamatan. Paginya, bakda shalat Subuh, Rizqi mohon doa restu kepada Kakek Bijak. Si Undan sudah memanaskan sayapnya dengan kepak-kepak yang kuat. “Allah akan menolongmu. Penunggang Angsa, berangkatlah! Ayo Undan Perkasa, bawalah saudaramu keliling dunia!” kata Kakek Bijak. “Bila sudah selesai tugasmu,  pulanglah ke sini. Indera Si Undan akan mengantarmu  pulang.” 

     

    Rizqi menyalami tangan Kakek Bijak, mencium, dan memeluknya. Ada air mata yang menetes dari matanya. Kakek Bijak mengusap air matanya dan berkata, “Berangkatlah!” Rizqi naik ke punggung Si Undan, lalu angsa itu mulai mengepakkan sayapnya dan tinggal landas. Berputar-putar sebentar, memberi salam perpisahan. “Terbanglah ke arah matahari terbenam!” seru Kakek Bijak. Begitu Rizqi  dan angsanya menjauh, Kakek Bijak mengusap matanya yang basah. “Ya Allah, lindungilah mereka.” 

     

    2. KEKO PENYIHIR ABORIGIN

    Si Undan terbang tinggi. Ke manakah mereka pergi? Oh, mengejar arah matahari terbenam seperti perintah Kakek Bijak, Rizqi berpegangan erat sekali karena angin di langit sangat kuat. “Undan, jangan kencang-kencang terbangnya!” teriak Rizqi. Di kejauhan terlihat pusaran angin yang semakin mendekat mereka. “Memutar!” seru Rizqi, tapi terlambat. Pusaran angin telah menerpa, Si Undan tidak bisa mengendalikan arah terbangnya. “Wow…., kemana kita?” teriak Rizqi yang kepalanya mulai terasa pusing.

    Mereka terbawa arus angin entah ke mana. Begitu angin kencang mereda, terlihat daratan luas dengan padang rumput terhampar hijau. Kelinci, binatang yang melompat dengan dua kaki belakang, serigala, dan masih banyak lagi. O, di manakah mereka? Si Undan yang kelelahan segera mendarat untuk beristirahat. “Berapa lamakah kita dibawa angin?” tanya Rizqi. Si Undan hanya memiringkan kepalanya, dan berkoak-koak.

    Di balik kerimbunan semak, seorang pemburu mengamati tingkah mereka sambil mengacungkan benda berupa kayu melengkung. “Aaak!” teriak Si Undan memberi tahu Rizqi bila ada yang mengintai. Rizqi waspada, beberapa anak panah terbang menuju mereka. Tapi tak ada satu pun yang mengenai, tampaknya memang disengaja. Beberapa orang mengepung Rizqi dan Si Undan. Rizqi tidak tahu bahwa hal itu sangat berbahaya, tetapi dia tidak terlatih untuk itu. Hanya wajah polosnya saja yang mengisyaratkan  kebingungan. Saat itu muncul seseorang dan yang lain mundur memberi jalan kepadanya.  “Siapakah kamu?” tanya yang baru datang kepada Rizqi, tampaknya Kepala Suku.

    “Kakek memberi saya nama Rizqi, Si Penunggang Angsa. Ini Si Undan saudara saya,” jawab Rizqi.

    “Kulihat kamu terbang dengan naik burung, apakah kami bisa minta tolong kepadamu?” tanya Kepala Suku.

    “Minta tolong, menolong untuk apa?” Rizqi  balik bertanya.

    Kepala Suku menunjuk arah ke sebah bukit, “Ambillah bungkusan putih di puncak gunung berapi itu! Kami sangat memerlukannya untuk mengobati teman-teman yang terluka.”

    “Tapi, izinkanlah kami beristirahat dulu. Saya pusing karena diombang-ambingkan angin. Saya berjanji besok akan mengambilkan bungkusan itu,” jawab Rizqi.

    Kepala Suku tertawa dan berkata ramah, “Tidak harus sekarang, beristirahatlah kalian di kampung kami.” Lalu, Rizqi dan Si Undan diajak ke kampung mereka, dengan rumah-rumah beratap rumbia dengan dinding terbuat tanah liat.

    Ternyata Rizqi dan Si Undan terdampar di benua Australia. Mereka tinggal bersama salah satu suku Aborigin. Nama bangsa Aborigin berasal dari kata “aborigines” yang berarti pribumi atau penduduk asli suatu negeri sebelum negeri itu didatangi dan ditaklukkan bangsa lain. Tapi nama itu kini melekat sebagai nama bangsa asli benua Australia. Ciri-ciri bangsa Aborigin bertubuh tinggi berotot, rambut hitam dan keriting, dan berkulit hitam. Sebagian besar dari mereka  masih hidup primitif dengan cara mengembara di hutan, berburu dengan panah dan tombak atau dengan bumerang. Australia ditaklukkan oleh bangsa kulit putih (Inggris), dan bangsa Aborigin terdesak sehingga kini harus tinggal di suaka-suaka yang dibangun oleh pemerintah Australia.

    Rizqi dan Si Undan menjadi tamu sang Kepala Suku, dan mendapat makanan yang cukup. “Keko adalah tukang sihir jahat, dia ingin menghidupkan monster purba yang telah ribuan tahun tertimbun abu gunung. Kami melawannya dan kalah, sehingga banyak dari kami yang terluka. Oleh karena itu kami sangat memerlukan obat,” kata Kepala Suku. “Kini tidurlah kalian.”

    Esoknya, ketika ayam hutan berkokok, Rizqi sudah bangun dan sembahyang Subuh. Banyak mata yang memperhatikannya. Setelah selesai bersembahyang, Kepala Suku mendekatinya, “Kamu seperti salah satu yang terluka, dia dan keluarganya berdoa dengan cara seperti itu.”

    “Kakek Bijak yang mengajari saya,” kata Rizqi. Ternyata Si Undan juga sudah siap. “Apakah kami diizinkan mengambil bungkusan itu sekarang?” tanya Rizqi.

    “Ya, lebih pagi semakin baik. Kalau siang matahari di sini sangat terik,” kata Kepala Suku.

    “Terbanglah, hindari arah matahari terbit agar mata kalian tidak silau. Bungkusan itu ada di sebuah tongkat,” kata orang paling tua di antara mereka, tampaknya seorang tabib.

    Rizqi naik ke punggung Si Undan, lalu terbang  ke arah bukit. Begitu berada di atas ketinggian gunung api dilihatnya bungkusan itu. Memang benar, bungkusan  itu ada di ujung sebuah tongkat yang menancap di bibir kawah yang berasap. Kawah gunung api itu sangat curam. “Kalau tidak bisa terbang mana mungkin bisa mengambilnya,” bisik Rizqi. “Kalau begitu yang memasangnya pasti juga bisa terbang.”

    Rizqi menunjuk bungkusan itu, Si Undan menukik tajam dan secepat kilat Rizqi mengambilnya. Begitu bungkusan diambil, melesatlah anak-anak panah ke arah mereka, tapi Si Undan terbang lebih cepat dari anak panah. Tetapi ada yang berteriak sangat marah: “Kembalikan bungkusan itu!”

    Rizqi melihat ke belakang. “Masya Allah! Kita dikejar seekor naga terbang!” teriak Rizqi. Ada orang yang naik naga terbang. “Keko si penyihir!” teriak Rizqi. Naga itu mengeluarkan api dari mulutnya, menyembur-nyembur ke arah mereka. Si Undan semakin mempercepat terbangnya, tapi naga mengejar dengan kecepatan yang tinggi pula. Api menjilat-jilat dari mulutnya, bila terkena lidah api naga maka hanguslah mereka. Rizqi berdoa kepada Allah agar diberi jalan untuk menyelamatkan diri. “Hamba berserah diri kepada-Mu, ya Allah,” bisik Rizqi dalam hati. Saat itu dilihatnya air terjun, Rizqi menyuruh Si Undan menerobos air terjun. 

    Keko si penyihir tidak menyangka Rizqi dan angsanya melarikan  diri menembus air terjun. Dengan sayap yang kuat Si Undan berhasil menyusup ke tirai air. Tinggallah naga berlidah api dan si penyihir terjebak. Begitu menabrak air terjun hilanglah kekuatan naga, apinya padam dan berakibat fatal. Naga dan penumpangnya jatuh ke jurang terjal di bawah air terjun. Hilanglah bentuk naga karena berubah menjadi kepulan asap. Sedangkan Keko terhempas di bebatuan jurang dan menemui ajal.

    Rizqi dan Si Undan bergegas menuju perkampungan suku. Bungkusan putih itu diberikannya kepada Kepala Suku. “Oleh Keko ramuan ini akan dijadikan pembangkit binatang purba, tapi ramuan ini pula yang bisa mengobati yang terluka,” kata Kepala Suku. Lalu yang terluka diobati. Ajaib, mereka sembuh seperti sedia kala. Mereka semua bergembira.

    “Terima kasih wahai Bocah Penunggang Angsa,” kata sang tabib.

    “Balas jasa apa yang bisa kami berikan kepadamu?” tanya Kepala Suku.

    “Kami tidak berharap apa-apa, kami sedang mencari Syair Para Nabi,” jawab  Rizqi.

    Salah satu dari yang tersembuhkan mendekati Rizqi dan berkata, “Aku Ahmed Tululu, salah satu yang telah kamu selamatkan. Aku anak seorang penyair. Bila syair kenabian yang kamu cari, ayo ikut ke rumahku. Banyak tulisan kutemukan dari peninggalan ayahku.” Mereka berbondong mengarak Rizqi dan Si Undan ke rumah orang itu. Ahmed Tululu masuk ke dalam rumah dan mengeluarkan sebuah tembikar tanah liat. Tampaknya tempat khusus untuk menyimpan barang berharga.

    “Lihatlah, apakah ada yang kamu  cari?” tanya Ahmed Tululu. Rizqi memeriksa lembaran-lembaran kain bertulis yang sudah sangat tua. Ada beberapa yang telah lapuk. Ahmed Tululu mengambil sebuah sobekan kain bertulis dan berkata, “Ayahku pernah membacakan syair-syair ini berkali-kali kepadaku, sampai aku hafal isinya!”

    “Tolong, bacakan,” pinta Rizqi. Ahmed Tululu membaca dengan mata terpejam.

    sudah sampaikah kepadamu cerita

    tentang adam manusia pertama

    yang malaikat disuruh hormat kepadanya

    semua tunduk kecuali iblis si jumawa

    iblis berkata: “dia diciptakan dari tanah

    sedangkan aku dari api bara!”

    Allah murka: terkutuklah mahkluk durhaka

    lalu iblis pergi dengan dendam membara

    dicarilah segala upaya

    untuk menjerumuskan manusia

    adam kesepian tiada kawan

    Allah bermurah kepadanya

    lalu diciptalah dari rusuknya

    wanita pertama bernama hawa

    mereka berdua hidup bahagia di surga

    Allah berfirman: jangan makan buah larangan

    tapi iblis sebagai ular melata berdusta

    dibujuklah mereka: “buah kuldi, makanlah

    supaya kekal kalian adanya”

    hawa tergoda, adam mengikutinya

    Allah murka: bumi tempat kalian mengembara

    maka adam dan hawa terusir dari surga

    mereka terpisah, lalu bertemu lagi di arafah

    adam pun tobat nasuha

    dan diangkatlah jadi rasul-Nya.

    setelah itu lahirlah anak-anak mereka

    berkembar-kembar, pria dan wanita

    habil lembut lagi dermawan

    sedangkan qabil berperangai kasar

    bila saudaranya senang selalu gusar

    diintainya habil pada suatu senja

    diambilnya batu karang

    dan dibunuhlah saudaranya

    bumi dan langit pun meratap kencang

    melihat pembunuhan manusia pertama

    pada saat yang sama

    burung gagak saling berlaga

    sampai yang satunya tak bernyawa

    dibuatlah liang di tanah

    dikuburlah bangkai lawan

    qobil yang kebingungan lalu menirunya

    jasad habil pun dikebumikannya

    kini anak-cucu adam bertambah banyak

    berserak-serak,

    berbangsa-bangsa,

    berbahasa-bahasa

    di jagad raya sebagai saudara.

     

    Setelah selesai membaca syair Ahmed Tululu menangis. “Aku teringat ayahku yang sudah wafat.”

    “Bolehkah saya membawa syair itu pulang?” tanya Rizqi.

    “Tunggu dulu, akan kubacakan syair ciptaanku sendiri untukmu,” kata Ahmed Tululu. Anak penyair Aborigin itu membaca syair lagi.

     

    wahai pengendara teman burung ababil

    cerita ini sebagai contoh diri

    ………….

     nabi idris orang pertama yang pandai menulis,

    menjahit,  dan menggunting

    bergelar singa segala singa, kuat lagi pemberani

    dialah yang pertama memerangi

    para durhaka di muka bumi.

    …………

    wahai pengendara burung teman ababil

    pergilah lagi, cerita lain pasti diberi.

     

     Setelah membaca puisinya, Ahmed Tululu berkata, “Kain bersyair boleh kamu bawa,  tapi biarkan aku membuat salinannya dulu. Akan kuukir syair-syair itu di batu!”

    “Setelah ini ke mana kalian hendak pergi?”  tanya Kepala Suku. “Tinggallah kalian selamanya di sini!”

    “Tugas saya masih panjang, masih banyak syair yang harus saya cari!” jawab Rizqi.

    “Semoga kamu segera bisa menemukan lainnya!” kata Ahmed Tululu.

    Setelah dirasa cukup hidup bersama salah satu Aborigin itu, Rizqi mohon diri. “Selamat jalan Gadis Penunggang Angsa, selamat berjuang Angsa Perkasa!” kata Kepala Suku. Hari itu, mereka berkumpul melepas keberangkatan Rizqi dan Si Undan. Langit cerah, Si Undan dan Rizqi terbang mengikuti arah matahari terbenam. Warga suku melambai melepas mereka. Banyak di antara mereka yang meneteskan air mata, juga si Kepala Suku dan Ahmed Tululu.  (*)

     Dan seterusnya, Sampai Selesai Satu Buku!

     

    BERMINAT?
    Hubungi Studio Omah Komik
    WA: 085713156450
     
    Bisa berupa Ebook atau Buku Cetak Digital
     
    Biaya? 
    EBOOK 
    Rp 100.000
     
    Buku Cetak 
    Rp 100.000 + Biaya Cetak Rp 150.000 
    = Rp 250.000 
     
     
    Cerita Yang Tidak Berbasis Agama:
       
    CIPO DETEKTIF CILIK

    Cipo adalah wartawan cilik yang menulis berita  untuk majalah Kriminol. Untuk mendapatkan berita ia membantu polisi memecahkan kasus-kasus rumit yang sering membahayakan jiwanya. Ia dbantu dua temannya, Jalu dan Ndul-Ndul. Petualangan yang seru, lucu, berpikir kritis, dan penuh ilmu pengetahun untuk anak. Cerita ini pernah diterbitkan sebagai buku serial oleh Penerbit Zikrul Hakim (2005) dan Penerbit Cyber Media Malaysia (2007). Ada 35 Judul: 

    (1) Rahasia Bayi Bertato, (2) Jimat Bambu Petuk, (3) Sengketa Anjing Emas, (4) Daging Sapi Palsu, (5) Dokter Gadungan, (6) Minyak Goreng Rasa Plastik, (7) Rahasia Dukun Palsu, (8) Pencurian Gigi Mayat, (9) Misteri Hantu Cubit, (10) Hantu Pencuri Kedelai, (11) Hantu Pak Kadir, (12) Hilangnya Arca Gajah, (13) Hilangnya Anak Jalanan, (14) Modus Operandi Baru, (15) Matador Aspal, (16) Membekuk Bandar Narkoba, (17) Misteri Batu Akik, (18) Misteri Kepala Kambing, (19) Rahasia Hujan Darah, (20) Siapa Pembunuh Pohon? (21) Membekuk Penadah Berlian, (22) Pencuri Benih Ubi, (23) Siapa Pencuri Jagung? (24) Misteri Pencuri Mayat, (25) Pencuri Spanduk, (26) Mafia Pengoplos Gas, (27) Pemalsuan Pupuk, (28) Rahasia Pak Pos, (29) Hilangnya Stempel Batik, (30) Sarung Tinju Ajaib, (31) Tragedi Sirkus Jalanan, (32) Sabotase Tegangan Tinggi, (33) Telepon Hantu, (34) Trik Sang Residivis, (35) Tuyul Di Lapangan Bola

    Sengketa Anjing Emas:"Ada anjing masuk di wilayah tempat tinggal CIPO. Dia percaya itu anjing yang tersesat. Ada orang yang mengaku kalau itu anjingnya, tapi ada pihak lain yang mengklaim pemilik anjing itu. Lalu, siapa sebenarnya pemilik anjing yang sangat mahal tersebut? Mengapa harga anjing itu sangat mahal, Apa keistimewaan anjing itu?" Keilmuan: Membahas jamur triple oax yang tumbuh di Eropa. 10 halaman A4  (Tokoh CIPO diganti NAMA ANAK/CUCU ANDA Rp20.000/PDF)

    Jimat Bambu Petuk:“Di pasar muncul pedagang barang antik yang berani membayar mahal bambu yang ditemukan CIPO dan teman-temannya. Di lain hari, ada pedagang membawa banyak bambu sakti dan dijual dengan harga miring, katanya, bambu itu punya kekuatan gaib. CIPO penasaran dan menyelidiki. Ternyata bambu itu palsu. Mengapa CIPO tahu itu palsu?” Pengetahuan: Mengenal pohon bambu. 10 halaman A4  (Tokoh CIPO diganti NAMA ANAK/CUCU ANDA Rp 20.000/PDF)

    Rahasia Bayi Bertato:“Ada bayi yang lahir secara gaib. Anehnya lagi, tubuh bayi itu ada tato bertuliskan nama malaikat dan nabi. Orang yang melihat diwajibkan memasukkan uang di dalam kotak. Cipo tidak percaya kalau itu bayi ajaib. Dia menyelidik, apa yang sebenarnya terjadi pada pasangan suami istri itu? Mampukah Cipo membuktikan kalau keajaiban itu hanya kebohongan?" Pengetahuan: Sejarah konflik Palestina dan Israel. 10 halaman A4  (Tokoh CIPO diganti NAMA ANAK/CUCU ANDA Rp 20.000/PDF)

     

                                     

Comments